. Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bukan sekadar persoalan teknis. Bagi masyarakat, dunia usaha, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pelaku usaha mikro, pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian. Pernyataan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono, yang menyebut normalisasi sistem diperkirakan baru tercapai pada akhir September 2026 memberikan kepastian mengenai estimasi waktu perbaikan. Namun, bagi masyarakat yang terdampak, rentang waktu tersebut tentu bukan sesuatu yang singkat. PLN menjelaskan bahwa gangguan pasokan dipicu oleh kerusakan pada sejumlah pembangkit listrik milik perusahaan swasta, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara. Selain itu, sekitar 11 pembangkit swasta lainnya juga disebut sedang menjalani proses perbaikan secara bertahap. Penjelasan tersebut penting sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. Namun, transparansi tidak cukup berhenti pada penyampaian penyebab gangguan. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang rutin mengenai perkembangan perbaikan, kapasitas pembangkit yang telah kembali beroperasi, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak pemadaman. Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi ketahanan sistem kelistrikan di Kalimantan. Ketergantungan terhadap sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan menunjukkan perlunya sistem cadangan dan diversifikasi sumber energi agar gangguan pada satu atau beberapa pembangkit tidak langsung berdampak luas terhadap masyarakat. Di sisi lain, koordinasi antara PLN dan perusahaan penyedia listrik swasta perlu terus diperkuat. Keandalan pembangkit bukan hanya menjadi tanggung jawab operator pembangkit, tetapi juga bagian dari upaya menjaga pelayanan publik yang berkesinambungan. Masyarakat tentu memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi. Namun, yang paling dibutuhkan adalah kepastian, keterbukaan informasi, dan komitmen untuk mempercepat pemulihan sistem. Dengan komunikasi yang baik dan penanganan yang cepat, kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan dapat tetap terjaga. Hingga kini, berdasarkan keterangan resmi PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, normalisasi pasokan listrik masih ditargetkan selesai pada akhir September 2026. Publik berharap target tersebut dapat tercapai sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat kembali berjalan secara normal. redaksi TK pemadaman listrik bergilir kalselteng hingga.
pemadaman listrik bergilir kalselteng hingga.