Hukum dan HAM

Siapa inisial AC di Balik Dugaan PETI Ketapang? Jejak SPBU, BBM hingga Aliran Emas

2 minggu yang lalu 1,447 views
Gambar Siapa inisial AC di Balik Dugaan PETI Ketapang? Jejak SPBU, BBM hingga Aliran Emas - inisial AC

KETAPANG — Dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tidak hanya menyisakan pertanyaan mengenai aktivitas tambang dan keberadaan alat berat. Di balik dugaan rantai ekonomi tersebut, muncul sosok berinisial AC yang disebut dalam sejumlah informasi yang diterima Lensa Resonansi.

Informasi tersebut menempatkan AC sebagai salah satu figur yang perlu ditelusuri lebih jauh, terutama terkait dugaan hubungan dengan pengelolaan SPBU, distribusi BBM subsidi untuk jaringan operasional PETI hingga perdagangan hasil tambang. Namun, seluruh informasi mengenai AC dalam pemberitaan ini masih merupakan informasi dan dugaan yang membutuhkan verifikasi serta pembuktian. Redaksi tidak menempatkan penyebutan nama atau inisial sebagai bukti bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana.

Pertanyaan investigasinya justru terletak pada satu hal: apakah terdapat jejak transaksi, hubungan bisnis dan aktivitas lapangan yang dapat menghubungkan AC dengan rantai PETI Ketapang?

AC dan Dugaan Kedudukan di SPBU Lalang Panjang

Informasi yang diterima redaksi menyebut AC merupakan manager sebuah SPBU 66.788.09 di Desa Lalang Panjang milik ANN yang sebelumnya telah diberitakan. Klaim tersebut perlu diverifikasi melalui dokumen perusahaan, struktur pengelolaan SPBU, dokumen pengangkatan, kewenangan operasional, serta hubungan bisnis antara pihak-pihak yang disebut.

Jika posisi tersebut benar, maka persoalannya bukan sekadar jabatan. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah sejauh mana kewenangan AC terhadap distribusi BBM subsidi, siapa yang memberikan instruksi, bagaimana pencatatan dilakukan, siapa penerima BBM subsidi dan ke mana BBM subsidi tersebut kemudian bergerak?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena BBM merupakan salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas pertambangan, terutama kegiatan yang menggunakan alat berat dan mesin operasional dalam skala besar. Dengan demikian, penelusuran terhadap distribusi BBM subsidi dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memetakan dugaan rantai PETI.

Berita Terkait

Kategori Sama

Baca juga : Sosok ANN Disorot, Benarkah Bangun Jaringan Baru di Tengah Proses Hukum Aseng?

Dugaan Hubungan AC dengan Aseng

Informasi lanjutan yang diterima redaksi dari sumber sebelumnya dengan inisial AHN menyebutkan sekaligus menegaskan bahwa AC berperan sebagai orang dekat atau penghubung dengan Sudianto alias Aseng termasuk dalam hal berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Untuk bagian ini, fakta dipisahkan dari informasi yang masih dalam proses investigasi. 

Kejaksaan Agung sebelumnya menetapkan Aseng sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait tata kelola pertambangan pada PT QSS di Kalimantan Barat.

Jika memang pernah terjadi hubungan tersebut, maka yang perlu dicari antara lain komunikasi, transaksi, dokumen, keterangan saksi, catatan pertemuan maupun aktivitas lain yang dapat menjelaskan hubungan AC dengan Aseng.

Deteksi Jejak AC Hasil Informasi dari Narasumber

Informasi dari sumber yang diterima redaksi juga menggambarkan inisial AC sebagai sosok pria bertubuh kurus dengan rambut panjang yang biasanya diikat dan disebut kerap menggunakan kendaraan Toyota Hilux berwarna silver. Dalam suatu investigasi, informasi mengenai ciri fisik maupun kendaraan dapat berfungsi sebagai petunjuk untuk melakukan verifikasi di lapangan.

Hal yang penting adalah jejak aktivitasnya (kemana saja) kendaraan tersebut digunakan? Apakah terdapat aktivitas yang berhubungan dengan distribusi BBM subsidi? Intensitas kendaraan di lokasi aktivitas PETI? Dan apakah terdapat hubungan waktu antara pergerakan kendaraan dengan transaksi atau aktivitas tertentu?

Pertanyaan tersebut saat ini telah mendapat suatu titik terang sebagai petunjuk awal untuk investigasi untuk menindaklanjuti informasi dari sumber.

Siapa yang Menggaji dan Memberikan Bonus?

Informasi lain yang diterima Lensa Resonansi menyebut bahwa ANN bersama ABN disebut sebagai pihak yang memberikan gaji serta bonus kepada AC. Jika informasi tersebut benar, maka hubungan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam penelusuran struktur di belakang aktivitas PETI, sebab hubungan kerja dan pembayaran dapat meninggalkan jejak administrasi. Komunikasi bisnis maupun keterangan pihak yang mengetahui hubungan tersebut dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai kedudukan AC sebenarnya.

Apakah hubungan tersebut merupakan hubungan kerja formal? Apakah terdapat bonus berbasis aktivitas tertentu? Atau hubungan tersebut semata-mata merupakan hubungan bisnis yang tidak berkaitan dengan PETI?

Semua indikasi tersebut dalam proses investigasi guna mendapatkan titik terang.

baca juga : Membongkar Jejak ANN dalam Dugaan PETI Ketapang: Dari BBM Subsidi hingga Aliran Emas

Dari SPBU Menuju Rantai PETI

Jika seluruh informasi yang diterima redaksi nantinya dapat dibuktikan, kedudukan AC dapat menjadi salah satu titik untuk memahami rantai yang lebih luas.

Rantai tersebut setidaknya dapat dipetakan melalui:

SPBU → BBM Subsidi → Alat Berat → Lokasi PETI → Produksi Emas PETI → Pengepul PETI → Distribusi → Aliran Uang.

Rangkaian tersebut merupakan Indikator dari seluruh mata rantai yang dapat menghubungkan satu titik dengan titik lainnya.

  1. Siapa yang menyediakan BBM?
  2. Siapa yang menyediakan alat berat?
  3. Siapa yang membiayai operasional?
  4. Siapa yang mengendalikan aktivitas lapangan?
  5. Siapa yang menerima hasil produksi?
  6. Kepada siapa emas dijual?

Dan menjadikan hal yang paling penting, ke mana uang hasil transaksi tersebut mengalir?

BENANG MERAH: AC atau Sekadar Nama yang Disebut?

Bagi Lensa Resonansi, sosok AC dalam dugaan PETI Ketapang tidak seharusnya dibaca hanya dari kedudukan, ciri fisik, kendaraan atau kedekatan dengan nama tertentu. Yang jauh lebih penting adalah jejak yang dapat diverifikasi.

Jika AC memang memiliki peran penting dalam lingkaran ANN dan ABN juga Aseng, maka investigasi ini dapat berkembang lebih luas ibarat sekali kayuh dua pulau terlampaui. 

Dan jika distribusi BBM subsidi dalam aktivitas PETI dapat dibuktikan maka benang merah lainnya akan terungkap dan dapat memastikan aktivitas yang terselubung.

KAJIAN REDAKSI LENSA RESONANSI

Pada titik ini, AC masih berada dalam wilayah informasi yang perlu diverifikasi dan jika seluruh dugaan tersebut memiliki bukti yang saling menguatkan, maka kedudukan AC dapat menjadi salah satu mata rantai penting dalam mengurai dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi dan pendukung aktivitas PETI Ketapang. Sebaliknya, apabila bukti masih belum dapat mendukung informasi tersebut, redaksi berkewajiban menyampaikan koreksi dan tidak memaksakan sebuah dugaan menjadi fakta. Sebab investigasi jurnalistik bukan perlombaan untuk menemukan siapa yang dapat disalahkan.

Investigasi adalah proses untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang terlibat berdasarkan bukti, bagaimana mekanismenya berlangsung dan ke mana aliran uang bergerak. Karena itu, pertanyaan terhadap sosok AC masih terbuka:

Siapa sebenarnya AC? Apa kewenangannya? Siapa yang berada di atasnya? Siapa yang membiayainya? Dan apakah benar terdapat hubungan antara BBM Subsidi dengan rantai PETI Ketapang?

Lensa Resonansi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada AC, ANN, ABN, pihak SPBU, pihak terkait Aseng dan pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.