Sosial Budaya

Garis Kemiskinan Kalimantan Barat Naik Jadi Rp622,88 Ribu per Kapita per Bulan, Persentase Penduduk Miskin Justru Menurun

4 minggu yang lalu 64 views
Gambar Garis Kemiskinan Kalimantan Barat Naik Jadi Rp622,88 Ribu per Kapita per Bulan, Persentase Penduduk Miskin Justru M...

TeropongKalimantan – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat garis kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan pada akhir 2025. Per Desember 2025, garis kemiskinan makanan dan nonmakanan tercatat mencapai Rp622,88 ribu per kapita per bulan, meningkat Rp27.373 atau 4,6 persen dibandingkan Desember 2024 yang berada pada angka Rp595,51 ribu per kapita per bulan. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya nilai pengeluaran minimum yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik pangan maupun nonpangan. Namun di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat justru menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat pada September 2025 tercatat sebesar 5,97 persen, turun 0,19 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut juga mengalami penurunan dari 6,25 persen pada September 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun biaya hidup yang menjadi dasar perhitungan garis kemiskinan meningkat, jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan relatif mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan pada tingkat pengeluaran sebagian rumah tangga, meskipun tantangan terhadap daya beli masyarakat masih tetap menjadi perhatian. 

Menurut konsep yang digunakan Badan Pusat Statistik, garis kemiskinan dihitung menggunakan pendekatan basic needs approach atau kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan yang telah ditetapkan. Pendekatan tersebut mengacu pada standar internasional yang juga digunakan dalam Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh World Bank, sehingga ukuran kemiskinan tidak hanya melihat besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dari total garis kemiskinan sebesar Rp622,88 ribu per kapita per bulan, komponen terbesar masih berasal dari kebutuhan makanan yang mencapai sekitar Rp491,18 ribu per kapita per bulan. Sementara kebutuhan nonmakanan, seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, sandang, dan kebutuhan dasar lainnya, menyumbang sekitar Rp161,04 ribu per kapita per bulan. 

Kenaikan garis kemiskinan tersebut juga sejalan dengan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok serta perubahan biaya hidup yang terjadi sepanjang 2025. Dalam konteks ekonomi, kenaikan garis kemiskinan tidak selalu berarti jumlah penduduk miskin bertambah, melainkan menunjukkan adanya penyesuaian terhadap nilai kebutuhan minimum yang harus dipenuhi masyarakat. Secara regional, Kalimantan Barat tercatat memiliki garis kemiskinan terendah dibandingkan lima provinsi di Pulau Kalimantan. Posisi tersebut menempatkan Kalimantan Barat di peringkat kelima berdasarkan besaran garis kemiskinan.

Baca Juga

Rekomendasi

 Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi harga kebutuhan pokok, biaya hidup, karakteristik wilayah, serta struktur ekonomi masing-masing provinsi. Dari sisi sebaran wilayah, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Barat juga mengalami penurunan. Di kawasan perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 2.620 jiwa, sehingga pada September 2025 tercatat sebanyak 90.280 jiwa. Sementara di wilayah perdesaan, jumlah penduduk miskin masih mencapai sekitar 232,27 ribu jiwa, menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan masih lebih dominan terjadi di kawasan pedesaan. 

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih memerlukan perhatian khusus, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha mikro yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat perdesaan di Kalimantan Barat. Sejumlah pengamat ekonomi menilai penurunan angka kemiskinan perlu terus diiringi dengan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas sektor riil, serta memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan. Dengan demikian, penurunan tingkat kemiskinan tidak hanya bersifat statistik, tetapi benar-benar mencerminkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Redaksi

 

Berita Terkait

Kategori Sama

garis kemiskinan kalbar naik 62288, garis kemiskinan kalbar naik 62288