Politik

Demo di Depan DPR/MPR RI Memanas? Ini Situasi Terkini hingga Siang 27 Agustus 2026

1 minggu yang lalu 669 views
Gambar Demo di Depan DPR/MPR RI Memanas? Ini Situasi Terkini hingga Siang 27 Agustus 2026 - Demo di Depan DPR

Demo di Depan DPR/MPR RI Memanas? Ini Situasi Terkini hingga Siang 27 Agustus 2026

JAKARTA — Aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026), mulai memasuki fase utama. Sejumlah elemen masyarakat berkumpul dengan membawa beragam tuntutan, sementara aparat keamanan melakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sekitar kompleks parlemen.

Salah satu kelompok yang menjadi sorotan adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa ini membawa dua tuntutan utama, yakni percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Perwakilan Massa Sudah Diterima DPR

Perkembangan penting terjadi sebelum siang. Pimpinan DPR membuka ruang audiensi dengan perwakilan AMPB. Sebanyak 14 perwakilan masyarakat Pati dilaporkan masuk ke kompleks parlemen dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPR.

Audiensi tersebut dipimpin sejumlah pimpinan DPR, antara lain Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Dalam pertemuan itu, aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset dan sejumlah persoalan lainnya disampaikan kepada pimpinan legislatif.

Bahkan, 14 perwakilan AMPB sebelumnya diperbolehkan mengikuti Rapat Paripurna DPR. Salah satu agenda rapat tersebut berkaitan dengan laporan Komisi III mengenai perkembangan RUU Perampasan Aset, isu yang menjadi salah satu tuntutan utama massa.

Empat Kelompok Membawa Agenda Berbeda

Aksi Demo di depan Gedung DPR/MPR tidak hanya melibatkan AMPB. Sedikitnya empat kelompok dilaporkan memiliki agenda aksi di kawasan tersebut, yakni AMPB, Aliansi Masyarakat Demokrasi Bersatu (AMDB), Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Rumah Perjuangan Masyarakat 4 (RMP4).

Berita Terkait

Kategori Sama

Tuntutan yang dibawa tidak sepenuhnya sama. Selain isu pemberantasan korupsi dan RUU Perampasan Aset, terdapat tuntutan mengenai kebijakan ekonomi, pendidikan, kesehatan, transparansi pemerintah serta evaluasi sejumlah program pemerintah.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya memperkirakan sekitar 500 peserta akan mengikuti aksi yang terpusat di kawasan Gedung DPR/MPR berdasarkan pemberitahuan yang diterima kepolisian.

Polisi Amankan 65 Orang

Situasi keamanan menjadi perhatian setelah Polda Metro Jaya mengumumkan telah mengamankan 65 orang menjelang pelaksanaan penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR.

Menurut kepolisian, langkah tersebut merupakan tindakan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Polisi juga mengungkap dugaan adanya kelompok yang berusaha menunggangi aksi demonstrasi.

Dalam keterangan yang diberitakan sejumlah media, polisi menyebut kelompok tersebut diduga berafiliasi dengan jaringan anarko dan melakukan konsolidasi untuk memanfaatkan momentum demonstrasi.

Catatan penting: tuduhan mengenai afiliasi atau rencana menunggangi aksi merupakan keterangan dari pihak kepolisian dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum terhadap seluruh orang yang diamankan.

Jalan Gatot Subroto Dialihkan

Dampak aksi juga terasa pada sektor transportasi. Arus kendaraan di sekitar Jalan Gatot Subroto, khususnya di depan kompleks DPR/MPR, mengalami rekayasa dan pengalihan.

Polisi melakukan penyekatan serta mengarahkan kendaraan melalui jalur alternatif, sementara masyarakat diminta menghindari kawasan Senayan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Penyesuaian operasional juga dilakukan Transjakarta terhadap sejumlah layanan yang terdampak situasi lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.

DPR Klaim Terbuka terhadap Aspirasi

Di tengah aksi, DPR RI menyatakan siap menerima aspirasi masyarakat.

Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin menyampaikan masukan maupun aspirasi dapat menyampaikannya melalui mekanisme yang tersedia di DPR. Ia juga meminta agar demonstrasi berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi kericuhan.

Sikap tersebut terlihat dalam perkembangan aksi hari ini ketika perwakilan AMPB diberikan kesempatan memasuki kompleks parlemen dan melakukan audiensi dengan pimpinan DPR.

Situasi Hingga Sekitar Pukul 13.00 WIB

Berdasarkan informasi yang tersedia hingga sekitar pukul 13.00 WIB, belum terdapat konfirmasi dari sumber yang kami telusuri mengenai adanya kerusuhan besar pada demo di depan DPR /MPR saat ini.

Perkembangan utama justru berada pada tiga aspek: konsentrasi massa dan penyampaian tuntutan, audiensi antara perwakilan demonstran dengan pimpinan DPR, serta pengamanan dan rekayasa lalu lintas oleh aparat.

Namun, situasi masih bersifat dinamis. Mobilisasi massa dan keberadaan berbagai kelompok dengan tuntutan berbeda membuat potensi perubahan situasi tetap perlu dipantau, khususnya apabila jumlah peserta meningkat atau terjadi provokasi.

Kepolisian juga telah mengingatkan peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas umum.

Analisis Redaksi

Aksi 27 Agustus kali ini menarik karena tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi bertemu dengan momentum pembahasan perkembangan RUU tersebut di DPR.

Dengan demikian, demonstrasi tidak hanya menjadi ruang ekspresi politik masyarakat, tetapi juga beririsan langsung dengan proses legislasi yang sedang berjalan. DPR pada hari yang sama memang memiliki agenda penyampaian laporan Komisi III mengenai perkembangan RUU Perampasan Aset.

Situasi paling menentukan bukan semata-mata seberapa besar jumlah massa yang berkumpul, tetapi sejauh mana tuntutan demonstran mendapatkan respons konkret dari DPR dan pemerintah.

Di sisi lain, keberadaan kelompok yang menurut kepolisian berpotensi menunggangi aksi menjadi faktor keamanan yang perlu diperhatikan. Karena itu, aparat perlu menjaga keseimbangan antara pengamanan objek vital dan penghormatan terhadap hak masyarakat menyampaikan pendapat.

Hingga pembaruan sekitar pukul 13.00 WIB, indikator yang paling menonjol adalah aksi masih berlangsung, komunikasi antara perwakilan massa dan DPR telah terjadi, sementara aparat tetap melakukan pengamanan serta rekayasa lalu lintas di sekitar Senayan. Situasi selanjutnya masih sangat mungkin berubah menjelang puncak konsentrasi massa.

Berita ini merupakan pembaruan berdasarkan sumber terbuka yang tersedia hingga sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis 27 Agustus 2026. Informasi lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.