Pertahanan

Kodam XII/Tanjungpura Musnahkan 55 Kg Sabu dan Puluhan Senjata Ilegal Hasil Operasi Perbatasan RI–Malaysia

3 minggu yang lalu 95 views
Gambar Kodam XII/Tanjungpura Musnahkan 55 Kg Sabu dan Puluhan Senjata Ilegal Hasil Operasi Perbatasan RI–Malaysia - koda...

PONTIANAK – Kodam XII/Tanjungpura memusnahkan berbagai barang bukti hasil operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat RI–Malaysia periode 2025–2026. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 55,3 kilogram sabu-sabu, puluhan senjata api rakitan, narkotika jenis ganja, minuman keras ilegal, hingga sisik trenggiling yang diduga berasal dari perdagangan satwa liar kodam tanjungpura musnahkan sabu hasil.

Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di Lapangan Upacara Tidayu, Markas Kodam XII/Tanjungpura, Senin (6/7/2026), dipimpin Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, serta perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat kodam tanjungpura musnahkan sabu hasil.

Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi pengamanan perbatasan darat Indonesia–Malaysia yang dilaksanakan Satgas Pamtas di wilayah Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya mencegah penyelundupan narkotika, senjata ilegal, dan berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Baca Juga

Rekomendasi

Puluhan Senjata dan Narkotika Dimusnahkan

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan meliputi:

  • 55.355,5 gram sabu-sabu
  • 12.169,5 gram ganja
  • 30 butir pil ekstasi
  • 20 pucuk senjata lantak
  • 30 pucuk senjata bowman
  • 5 pucuk pistol rakitan
  • 312 botol minuman keras ilegal
  • 1.586 gram sisik trenggiling

Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari proses penegakan hukum sekaligus mencegah barang bukti tersebut kembali beredar di masyarakat.

Perbatasan Kalbar Masih Rawan Kejahatan Transnasional

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menyatakan bahwa posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikan wilayah tersebut memiliki tantangan besar dalam menghadapi penyelundupan narkotika, senjata ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Berita Terkait

Kategori Sama

Menurutnya, pengawasan di kawasan perbatasan membutuhkan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Imigrasi, serta seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif.

"Kalimantan Barat sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki tantangan tersendiri dalam mencegah masuknya narkotika, senjata ilegal, dan berbagai barang selundupan lainnya," ujar Jonny.

Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam mempersempit ruang gerak jaringan kejahatan lintas negara yang memanfaatkan jalur perbatasan sebagai jalur distribusi.

Sinergi Lintas Instansi Terus Diperkuat

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait guna meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah perbatasan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi ancaman transnational organized crime, termasuk penyelundupan narkotika, perdagangan senjata ilegal, perdagangan satwa dilindungi, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas batas lainnya.

Catatan Redaksi

Pemusnahan barang bukti hasil operasi Satgas Pamtas menunjukkan bahwa kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia masih menjadi jalur yang rentan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara. Besarnya jumlah narkotika dan senjata ilegal yang berhasil diamankan mengindikasikan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan memerlukan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi.

Keberhasilan operasi tidak hanya mencerminkan efektivitas patroli Satgas Pamtas, tetapi juga pentingnya koordinasi antara TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Hukum, serta pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan terpadu.

Selain penindakan, langkah preventif seperti peningkatan teknologi pengawasan perbatasan, pemberdayaan masyarakat di kawasan perbatasan, pertukaran informasi intelijen, dan kerja sama bilateral dengan Malaysia tetap menjadi faktor penting dalam menekan peredaran narkotika dan kejahatan transnasional secara berkelanjutan.