Nasional

Karhutla Kalimantan Barat Capai 28 Ribu Hektare, BNPB Intensifkan Penanganan dan Mitigasi Dampak El Nino

3 minggu yang lalu 34 views
Gambar Karhutla Kalimantan Barat Capai 28 Ribu Hektare, BNPB Intensifkan Penanganan dan Mitigasi Dampak El Nino - karhutla...

AKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas nasional. Hingga akhir Juni 2026, Kalimantan Barat tercatat menjadi provinsi dengan luas lahan terbakar terbesar, mencapai 28.216,31 hektare, sementara puluhan titik panas masih terpantau di lapangan karhutla kalbar capai ribu hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan operasi pemadaman dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait untuk menekan perluasan kebakaran di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan karhutla kalbar capai ribu hektare.

Berdasarkan pemantauan satelit terbaru, di Kalimantan Barat masih terdeteksi 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim reaksi cepat untuk melanjutkan operasi pemadaman dan pembasahan lahan guna mencegah munculnya kebakaran yang lebih luas.

Baca Juga

Rekomendasi

Selain Kalimantan Barat, BNPB mencatat luas lahan terbakar di Provinsi Riau mencapai 15.231,44 hektare sejak awal tahun hingga 2 Juli 2026. Meski demikian, hasil evaluasi lapangan menunjukkan belum terdapat penambahan area terbakar baru. Pemerintah Provinsi Riau juga masih menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Sementara itu, di Sumatera Selatan, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai 305,39 hektare sepanjang Januari hingga Juni 2026. BNPB bersama satuan tugas gabungan terus mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara. Salah satu operasi pengeboman air yang dilakukan pada 3 Juli 2026 dilaporkan berhasil memadamkan kobaran api di area seluas sekitar sembilan hektare.

BNPB juga meningkatkan berbagai langkah mitigasi menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran akibat fenomena El Nino dan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Upaya tersebut meliputi operasi modifikasi cuaca (OMC), pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan pipa air, hingga percepatan distribusi air bersih ke wilayah yang rawan kekeringan.

Berita Terkait

Kategori Sama

Karhutla Masih Menjadi Tantangan Serius

Karhutla merupakan salah satu ancaman bencana yang rutin terjadi pada musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di lahan gambut. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan emisi karbon.

Karena itu, pemerintah terus mengedepankan pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada pencegahan melalui pemantauan titik panas, penguatan kesiapsiagaan daerah, dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

BNPB mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya dapat diminimalkan.