TEROPONG KALIMANTAN – Bank Indonesia (BI) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan membawa uang tunai senilai Rp6 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kalimantan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar di daerah yang sulit dijangkau.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator Wilayah Bank Indonesia Kalimantan, Aris Munandar, menjelaskan bahwa sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012, Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menempuh 150 pelayaran ke berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
"Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini sudah sejak 2012 dan sudah 150 kali perjalanan. Itu pun masih jauh dari cukup, mengingat jumlah pulau berpenghuni di Indonesia sekitar seribu dan kebutuhan rupiah itu bukan setahun sekali, melainkan setiap hari," ujar Aris Munandar, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, luasnya wilayah kepulauan Indonesia membuat distribusi uang rupiah menjadi tantangan tersendiri. Oleh sebab itu, kerja sama dengan TNI AL dinilai menjadi solusi strategis agar layanan kas Bank Indonesia dapat menjangkau masyarakat yang berada di pulau-pulau terluar.
Rp6 Miliar Dibawa untuk Penukaran dan Kebutuhan Transaksi Harian
Dalam pelayaran tahun ini, Bank Indonesia membawa Rp6 miliar dalam berbagai pecahan uang. Dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penukaran uang lusuh maupun rusak, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil yang banyak digunakan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Aris mengungkapkan hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80 persen uang yang beredar di wilayah 3T sebenarnya sudah waktunya ditarik dan diganti dengan uang layak edar, meskipun sebagian besar belum masuk kategori uang yang tidak layak edar.
Selain melayani penukaran uang, Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk memperkenalkan tujuh ciri keaslian uang rupiah agar masyarakat semakin terlindungi dari peredaran uang palsu.
Masyarakat yang masih ragu terhadap keaslian uang juga diimbau untuk melakukan pengecekan di kantor bank umum maupun Kantor Perwakilan Bank Indonesia terdekat.
TNI AL Kerahkan KRI Ajak-653
Dukungan distribusi logistik dilakukan oleh TNI Angkatan Laut melalui KRI Ajak-653, kapal cepat torpedo milik Satuan Kapal Cepat Koarmada II.
Komandan Komando Daerah XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, mengatakan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menegaskan kewajiban negara menjaga ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, tantangan geografis di wilayah Kalimantan Utara dan kawasan perairan sekitarnya memang cukup berat. Namun, berdasarkan prakiraan cuaca yang telah dipantau sebelum keberangkatan, kondisi pelayaran diperkirakan berada dalam situasi yang aman.
Lima Wilayah Menjadi Tujuan Ekspedisi
Pada Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, tim Bank Indonesia bersama TNI AL dijadwalkan mengunjungi lima wilayah utama, yaitu:
- Pulau Sebatik
- Pulau Bunyu
- Pulau Maratua
- Tanjung Selor
- Pulau Derawan
Di setiap lokasi tersebut, tim akan memberikan layanan penukaran uang, distribusi uang pecahan kecil, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Kajian: Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan Negara
Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga mengandung makna strategis dalam menjaga kehadiran negara hingga ke wilayah perbatasan.
Dalam perspektif kebijakan moneter, ketersediaan uang rupiah yang layak edar berperan penting dalam menjaga kelancaran transaksi masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing di kawasan perbatasan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nasional.
Bagi wilayah kepulauan Kalimantan yang memiliki karakteristik geografis terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, distribusi uang rupiah menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligus memastikan seluruh warga negara memperoleh akses yang sama terhadap layanan Bank Indonesia.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya menjaga kontinuitas distribusi uang layak edar, tetapi juga memperluas literasi keuangan masyarakat agar penggunaan rupiah tetap menjadi pilihan utama dalam setiap aktivitas ekonomi di wilayah terluar Indonesia.
Tags
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia Kalimantan, BI Kalimantan Selatan, TNI AL, KRI Ajak-653, bawa rp6 miliar wilayah kalimantan, penukaran uang lusuh, Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Pulau Derawan, Tanjung Selor, distribusi rupiah, Bank Indonesia 2026 bawa rp6 miliar wilayah kalimantan