Hukum dan HAM

Solar Subsidi Kembali Jadi Sorotan di Kalbar, Dugaan Modus Tangki Industri hingga Jaringan Mafia Migas Perlu Diusut Tuntas

2 minggu yang lalu 110 views
Gambar Solar Subsidi Kembali Jadi Sorotan di Kalbar, Dugaan Modus Tangki Industri hingga Jaringan Mafia Migas Perlu Diusut...

PONTIANAK – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai laporan mengenai dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi ke sektor industri.

Penelusuran redaksi terhadap berbagai sumber terbuka, laporan media, serta perkembangan penanganan aparat penegak hukum menunjukkan bahwa isu dugaan "mafia solar subsidi" bukan lagi sekadar keluhan masyarakat, melainkan telah berkembang menjadi perkara yang sedang diselidiki aparat kepolisian dugaan mafia solar subsidi kalbar.

Salah satu dugaan modus yang mengemuka adalah penggunaan mobil tangki industri beserta dokumen pengangkutan resmi (delivery order/DO) untuk mengangkut BBM yang diduga berasal dari solar subsidi. Apabila terbukti, pola tersebut berpotensi menyamarkan asal-usul BBM sehingga distribusi tampak legal meskipun sumber pasokannya diduga berasal dari kuota subsidi negara dugaan mafia solar subsidi kalbar.

Pengaduan Masyarakat Terus Bermunculan

Sejumlah media lokal melaporkan masih adanya pengaduan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh solar subsidi di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Baca Juga

Rekomendasi

Keluhan tersebut muncul bersamaan dengan dugaan praktik pengumpulan solar subsidi dari berbagai SPBU sebelum dialihkan ke sektor yang tidak berhak menerima BBM bersubsidi, seperti industri, pertambangan, maupun perkebunan skala besar. Namun demikian, klaim mengenai keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum.

Tim Pengawasan Migas Sudah Dibentuk

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya telah membentuk Tim Pengawasan Minyak dan Gas (Migas) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Harisson.

Pembentukan tim tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Kalbar yang selama bertahun-tahun kerap menghadapi persoalan antrean panjang, kelangkaan solar, hingga dugaan penyimpangan distribusi.

Berita Terkait

Kategori Sama

Namun berbagai laporan di lapangan menunjukkan dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi masih terus menjadi perhatian masyarakat dan media.

Video Viral Memicu Penyelidikan Polda Kalbar

Perhatian publik semakin meningkat setelah pada Mei 2026 beredar video yang memperlihatkan dugaan pemindahan solar dari mobil tangki distribusi BBM bersubsidi ke mobil tangki industri di Kalimantan Barat.

Video tersebut kemudian menjadi dasar penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar.

Hingga memasuki pekan ketiga penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui rantai distribusi BBM tersebut. Namun, aparat belum mengumumkan hasil akhir investigasi maupun menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Modus yang Diduga Digunakan

Berdasarkan hasil penelusuran berbagai laporan investigatif media dan keterangan sejumlah narasumber yang dikutip media nasional, pola dugaan penyimpangan umumnya disebut berlangsung melalui beberapa tahapan, antara lain:

  • pembelian solar subsidi secara berulang melalui kendaraan yang mengantre di SPBU;
  • pengumpulan BBM dalam jumlah besar;
  • pengalihan ke mobil tangki industri;
  • penggunaan dokumen pengangkutan resmi sehingga distribusi tampak legal;
  • penjualan kepada sektor industri yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.

Pola tersebut masih merupakan dugaan modus operandi yang sedang didalami aparat penegak hukum dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Mengapa Solar Subsidi Menjadi Sasaran?

Secara ekonomi, penyalahgunaan solar subsidi memiliki potensi keuntungan yang besar karena terdapat selisih harga yang cukup signifikan antara solar subsidi dengan BBM industri.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dinilai membuka peluang munculnya praktik penyalahgunaan apabila pengawasan distribusi tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, pemerintah melalui BPH Migas juga menetapkan kuota solar subsidi tahun 2026 sebesar 18,636 juta kiloliter, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kuota yang terbatas, ketepatan sasaran distribusi menjadi semakin penting agar subsidi benar-benar dinikmati oleh kelompok yang berhak.

Sumber terbuka:
https://harianberkat.com/2026/01/25/marak-solar-siluman-di-kalbar-berkedok-tangki-industri-tapi-diisi-bbm-subsidi

https://www.detik.com/kalimantan/hukum-dan-kriminal/d-8529668/kasus-solar-subsidi-viral-di-kalbar-masuk-hari-ke-21-begini-perkembangannya

https://www.antaranews.com/berita/5379266/pemerintah-pangkas-kuota-bbm-subsidi-untuk-2026