TEROPONG KALIMANTAN – Musisi sekaligus putra asli Kalimantan Barat, Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Ekspedisi Merah Putih 2026 yang digagas Rumah Jurnalis. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia ifan seventeen dukung ekspedisi merah.
Salah satu agenda utama ekspedisi adalah pengibaran 1.000 bendera Merah Putih di kawasan perbatasan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ifan seventeen dukung ekspedisi merah.
Bagi Ifan, gerakan yang diprakarsai insan pers Kalimantan Barat itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni tahunan.
"Saya sebagai pemuda asli Kalimantan Barat sangat bangga melihat gerakan teman-teman media yang melakukan pembagian dan pengibaran seribu bendera Merah Putih. Ini adalah gerakan yang membanggakan dan tentu bisa membangkitkan rasa nasionalisme," ujar Ifan, Selasa (14/7/2026).
Perbatasan Dinilai Sebagai Wajah Kedaulatan Negara
Ekspedisi Merah Putih akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional dan lokal Kalimantan Barat, termasuk jurnalis detikKalimantan, yang akan melakukan peliputan sekaligus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan di wilayah perbatasan.
Menurut Ifan, masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan merupakan garda terdepan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan wajah kedaulatan Indonesia.
Karena itu, kegiatan yang menanamkan semangat kebangsaan dinilai memiliki nilai strategis, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di daerah terluar.
"Penjaga kedaulatan negara Republik Indonesia secara harfiah adalah teman-teman yang berada di perbatasan. Jadi menurut saya ini gerakan yang sangat positif, bermanfaat, dan mudah-mudahan dapat menumbuhkan kembali bahkan memperbesar rasa nasionalisme saudara-saudara kita yang ada di daerah perbatasan," katanya.
Ajak Masyarakat Ikut Berpartisipasi
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) sekaligus Ketua Bakominfo DPP GEKRAFS itu juga mengajak masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga dunia usaha untuk ikut mendukung pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih.
Menurutnya, semakin banyak elemen yang terlibat, semakin besar pula dampak sosial yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan.
"Ini kegiatan yang sangat positif dan sangat bermanfaat. Jadi siapa pun yang peduli dan cinta kepada tanah air, silakan bergabung dan menghubungi teman-teman penyelenggara untuk ikut serta dalam gerakan ini," ujarnya.
Lebih dari Sekadar Mengibarkan Bendera
Selain pengibaran 1.000 bendera Merah Putih, Ekspedisi Merah Putih juga dirancang sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap masyarakat perbatasan melalui kolaborasi antara insan media, komunitas, lembaga, dunia usaha, serta berbagai mitra lainnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan, meningkatkan perhatian terhadap kawasan perbatasan, serta mengingatkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah terluar merupakan bagian penting dari wajah Indonesia.
Kajian Jurnalistik: Nasionalisme Perlu Hadir dalam Aksi Nyata
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, kawasan perbatasan memiliki posisi strategis, baik dari sisi pertahanan, sosial, ekonomi, maupun identitas kebangsaan.
Pengibaran bendera Merah Putih memang bersifat simbolik, tetapi simbol tersebut memiliki makna ketika diikuti dengan aksi nyata yang memperkuat hubungan negara dengan masyarakat di wilayah terdepan. Kehadiran jurnalis, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan seperti Ekspedisi Merah Putih menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tidak hanya dibangun melalui seremoni, tetapi juga melalui perhatian terhadap kehidupan masyarakat perbatasan.
Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Indonesia sekaligus mengingatkan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya menjadi tugas aparat negara, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh warga negara.