Olahraga

Gol Norwegia Dianulir VAR, Aturan Baru IFAB Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026

2 minggu yang lalu 76 views
Gambar Gol Norwegia Dianulir VAR, Aturan Baru IFAB Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 - gol norwegia dianulir aturan baru

Redaksi Teropong Kalimantan - Perempat final Piala Dunia FIFA 2026 kembali menghadirkan momen yang memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola dunia. Kali ini, sorotan tertuju pada keputusan wasit asal Prancis Clément Turpin yang menganulir gol Norwegia ke gawang Inggris setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR) gol norwegia dianulir aturan baru.

Keputusan tersebut menjadi salah satu contoh paling nyata penerapan klarifikasi protokol VAR terbaru yang mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026 berdasarkan perubahan regulasi yang disetujui International Football Association Board (IFAB) gol norwegia dianulir aturan baru.

Kronologi Gol yang Dianulir

Pertandingan memasuki menit ke-55 ketika Norwegia sempat mencetak gol melalui Torbjørn Heggem memanfaatkan situasi tendangan sudut.

Baca Juga

Rekomendasi

Gol tersebut awalnya disahkan sehingga mengubah skor menjadi 2-1 untuk Norwegia.

Namun beberapa saat kemudian, wasit Clément Turpin menerima rekomendasi dari ruang VAR untuk melakukan peninjauan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontak yang dinilai sebagai pelanggaran oleh Erling Haaland terhadap Elliot Anderson sebelum tendangan sudut dieksekusi.

Berita Terkait

Kategori Sama

Karena pelanggaran tersebut terjadi sebelum bola kembali dimainkan dan dinilai berpengaruh langsung terhadap proses terjadinya gol, wasit akhirnya membatalkan gol Norwegia.

Keputusan tersebut langsung memicu protes para pemain serta perdebatan luas di media sosial.

Aturan Baru IFAB Jadi Dasar Keputusan

Penelusuran redaksi melalui dokumen resmi IFAB menunjukkan bahwa menjelang Piala Dunia 2026, badan pembuat Laws of the Game tersebut memang menyetujui penyempurnaan protokol VAR.

Perubahan tersebut memberikan kewenangan kepada VAR untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan tim penyerang sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati, seperti:

  • tendangan sudut;
  • tendangan bebas;
  • situasi bola mati lain yang berujung pada gol, penalti, atau keputusan disiplin.

Sebelumnya, insiden seperti saling menarik, mendorong, atau menghalangi pemain bertahan sebelum eksekusi tendangan sudut sering kali luput dari perhatian karena dianggap terjadi sebelum permainan dimulai kembali.

Kini, apabila tindakan tersebut memiliki dampak langsung terhadap terciptanya gol, VAR dapat merekomendasikan pembatalan gol.

Mengapa Gol Bisa Dianulir Meski Pelanggaran Terjadi Sebelum Bola Ditendang?

Berdasarkan analisis terhadap perubahan regulasi IFAB, tujuan utama aturan tersebut adalah menjaga keadilan dalam situasi bola mati.

Dalam praktik pertandingan modern, kontak fisik sebelum tendangan sudut sering dimanfaatkan untuk membuka ruang bagi penyerang.

Apabila kontak tersebut berupa dorongan, tarikan, atau pelanggaran lain yang secara signifikan mengganggu pemain bertahan dan berkontribusi terhadap terciptanya gol, VAR kini memiliki dasar hukum untuk melakukan intervensi.

Kasus yang melibatkan Haaland menjadi salah satu contoh penerapan aturan tersebut di panggung terbesar sepak bola dunia.

Perubahan Regulasi Sudah Diumumkan Sebelum Turnamen

Penelusuran melalui sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT), termasuk dokumen resmi IFAB, menunjukkan bahwa penyempurnaan protokol VAR telah diumumkan sebelum bergulirnya Piala Dunia 2026.

Fokus utama perubahan tersebut adalah memberikan kepastian hukum terhadap pelanggaran yang sebelumnya sulit ditindak karena terjadi sebelum bola dimainkan kembali.

Dengan demikian, keputusan VAR pada laga Norwegia melawan Inggris bukan merupakan perubahan aturan yang muncul di tengah turnamen, melainkan implementasi dari regulasi yang telah disosialisasikan sebelumnya kepada seluruh federasi peserta, perangkat pertandingan, serta tim nasional.

Keputusan yang Memicu Perdebatan

Meskipun memiliki dasar regulasi, keputusan tersebut tetap memunculkan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Sebagian menilai penerapan aturan baru membuat pertandingan menjadi lebih adil karena seluruh rangkaian proses menuju terciptanya gol dapat dievaluasi secara menyeluruh.

Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa intervensi VAR terhadap insiden yang terjadi sebelum bola dimainkan berpotensi mengurangi ritme permainan dan memperbesar ruang interpretasi wasit.

Perdebatan tersebut diperkirakan masih akan terus berlangsung seiring semakin seringnya aturan baru ini diterapkan dalam kompetisi internasional.

Dengan demikian, insiden ini menjadi salah satu contoh penting bagaimana evolusi Laws of the Game terus mengubah cara pertandingan sepak bola dipimpin, sekaligus memperluas peran VAR dalam memastikan setiap gol yang tercipta memenuhi seluruh ketentuan permainan.

Keyword: Piala Dunia 2026, Norwegia vs Inggris, Erling Haaland, VAR, aturan VAR terbaru, IFAB, Clément Turpin, gol dianulir, Laws of the Game, Torbjørn Heggem.